Banner 468 x 60px

 

Minggu, 10 Maret 2019

Profil Al-Islam

0 komentar
    Pondok Pesantren Modern Al-Islam merupakan pesantren yang terletak di jantung kota ini sejak berdirinya 1999 berkomitmen untuk mendidik santrinya dengan nilai-nilai islam sehingga diharapkan dapat terciptanya pribadi muslim yang memiliki iman yang benar, pengetahuan yang luas, dan budi pekerti yang luhur.

    Dengan motto al-ibqo' bilqodim ash-shohih wal akhdzu biljadidi al-ashlah ia tetap terbuka terhadap kemajuan teknologi dan pengetahuan, salah satu respon positif terhadap kemajuan adalah penetapan foreign language development program. Dimana pengajaran subjek tertentu disampaikan dengan pengantar bahasa asing, dan dimana para santri dituntut berkomunikasi dengan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok jaya adalah :
  1. Terpadu, yaitu sistem yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum pondok pesantren Al-Islam,
  2. Boarding School, yaitu setiap santri wajib menginap di asrama yang disediakan oleh pondok pesantren Al-Islam,
  3. Full Day School, yaitu kegiatan belajar mengajar (KBM) 24 jam.
 Adapun Tujuan Pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok jaya adalah :
  1. Mencetak sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,
  2. Mencetak sumber daya manusia yang ber-akhlaqul karimah, jujur, cerdas, kreatif, dan mandiri.
    Para santri Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok jaya diasuh dan dibina oleh tenaga-tenaga Pendidik Alumni Perguruan Tinggi Negri/Swasta dan Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok jaya.
Read more...

Sabtu, 09 Maret 2019

Motto, Panca Jiwa dan Panca Jangka Pondok

0 komentar
Motto

Pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya menekankan pada pembentukan pribadi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas. Kriteria atau sifat-sifat utama ini merupakan motto pendidikan di Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya.

1. Berbudi tinggi
Berbudi tinggi merupakan landasan paling utama yang ditanamkan oleh Pondok ini kepada seluruh santrinya dalam semua tingkatan; dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. Realisasi penanaman motto ini dilakukan melalui seluruh unsur pendidikan yang ada.

2. Berbadan Sehat
Tubuh yang sehat adalah sisi lain yang dianggap penting dalam pendidikan di Pondok ini. Dengan tubuh yang sehat para santri akan dapat melaksanakan tugas hidup dan beribadah dengan sebaik-baiknya. Pemeliharaan kesehatan dilakukan melalui berbagai kegiatan olahraga, dan bahkan ada olahraga rutin yang wajib diikuti oleh seluruh santri sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

3. Berpengetahuan Luas
Para santri di Pondok ini dididik melalui proses yang telah dirancang secara sistematik untuk dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka. Santri tidak hanya diajari pengetahuan, lebih dari itu mereka diajari cara belajar yang dapat digunakan untuk membuka gudang pengetahuan. Kyai sering berpesan bahwa pengetahuan itu luas, tidak terbatas, tetapi tidak boleh terlepas dari berbudi tinggi, sehingga seseorang itu tahu untuk apa ia belajar serta tahu prinsip untuk apa ia manambah ilmu.

4. Berpikiran Bebas
Berpikiran bebas tidaklah berarti bebas sebebas-bebasnya (liberal). Kebebasan di sini tidak boleh menghilangkan prinsip, teristimewa prinsip sebagai muslim mukmin. Justru kebebasan di sini merupakan lambang kematangan dan kedewasaan dari hasil pendidikan yang telah diterangi petunjuk ilahi (hidayatullah). Motto ini ditanamkan sesudah santri memiliki budi tinggi atau budi luhur dan sesudah ia berpengetahuan luas.


Panca Jiwa

Seluruh kehidupan di Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya didasarkan pada nilai-nilai yang dijiwai oleh suasana-suasana yang dapat disimpulkan dalam Panca Jiwa. Panca Jiwa adalah lima nilai yang mendasari kehidupan Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya:

1.Jiwa Keikhlasan
Jiwa ini berarti sepi ing pamrih, yakni berbuat sesuatu bukan karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Segala perbuatan dilakukan dengan niat semata-mata untuk ibadah, lillah. Asatidz ikhlas medidik dan para pembantu Asatidz ikhlas dalam membantu menjalankan proses pendidikan serta para santri yang ikhlas dididik.

Jiwa ini menciptakan suasana kehidupan pondok yang harmonis antara Asatidz yang disegani dan santri yang taat, cinta dan penuh hormat. Jiwa ini menjadikan santri senantiasa siap berjuang di jalan Allah, di manapun dan kapanpun.

2.Jiwa kesederhanaan
Kehidupan di pondok diliputi oleh suasana kesederhanaan. Sederhana tidak berarti pasif atau nerimo, tidak juga berarti miskin dan melarat. Justru dalam jiwa kesederhanan itu terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup.

Di balik kesederhanaan ini terpancar jiwa besar, berani maju dan pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan di sinilah hidup dan tumbuhnya mental dan karakter yang kuat, yang menjadi syarat bagi perjuangan dalam segala segi kehidupan .

3.Jiwa Berdikari
Berdikari atau kesanggupan menolong diri sendiri merupakan senjata ampuh yang dibekalkan pesantren kepada para santrinya. Berdikari tidak saja berarti bahwa santri sanggup belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, tetapi pondok pesantren itu sendiri sebagai lembaga pendidikan juga harus sanggup berdikari sehingga tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan atau belas kasihan pihak lain .

Inilah Help berdruiping systeem (sama-sama memberikan iuran dan sama-sama memakai). Dalam pada itu, Pondok tidaklah bersifat kaku, sehingga menolak orang-orang yang hendak membantu. Semua pekerjaan yang ada di dalam pondok dikerjakan oleh Asatidz dan para santrinya sendiri, tidak ada pegawai di dalam pondok .

4. Jiwa Ukhuwwah Islamiah
Kehidupan di pondok pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala suka dan duka dirasakan bersama dalam jalinan ukhuwwah Islamiah. Tidak ada dinding yang dapat memisahkan antara mereka. Ukhuwah ini bukan saja selama mereka di Pondok, tetapi juga mempengaruhi ke arah persatuan ummat dalam masyarakat setelah mereka terjun di masyarakat.

5. Jiwa Bebas
Bebas dalam berpikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depan, bebas dalam memilih jalan hidup, dan bahkan bebas dari berbagai pengaruh negatif dari luar, masyarakat. Jiwa bebas ini akan menjadikan santri berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi segala kesulitan. Hanya saja dalam kebebasan ini seringkali ditemukan unsur-unsur negatif, yaitu apabila kebebasan itu disalahgunakan, sehingga terlalu bebas (liberal) dan berakibat hilangnya arah dan tujuan atau prinsip.

Sebaliknya, ada pula yang terlalu bebas (untuk tidak mau dipengaruhi), berpegang teguh kepada tradisi yang dianggapnya sendiri telah pernah menguntungkan pada zamannya, sehingga tidak hendak menoleh ke zaman yang telah berubah. Akhirnya dia sudah tidak lagi bebas karena mengikatkan diri pada yang diketahui saja.

Maka kebebasan ini harus dikembalikan ke aslinya, yaitu bebas di dalam garis-garis yang positif, dengan penuh tanggungjawab; baik di dalam kehidupan pondok pesantren itu sendiri, maupun dalam kehidupan masyarakat.

Jiwa yang meliputi suasana kehidupan Pondok Pesantren itulah yang dibawa oleh santri sebagai bekal utama di dalam kehidupannya di masyarakat. Jiwa ini juga harus dipelihara dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya.


Panca Jangka

Dalam rangka mengembangkan dan memajukan Pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya, dirumuskanlah Panca Jangka yang merupakan program kerja Pondok yang memberikan arah dan panduan untuk mewujudkan upaya pengembangan dan pemajuan tersebut.
Adapun Panca Jangka itu meliputi bidang-bidang berikut :

1. Pendidikan dan Pengajaran
Maksud jangka ini adalah berusaha secara maksimal untuk meningkatkan dan menyempurnakan pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya. Usaha ini tercatat dalam sejarah perjalanan Pondok ini yang dimulai pada tahun 1999 sampai saat ini,  dengan harapan bisa selalu berkembang dan menjadi Pusat Pendidikan Pondok Pesantren Se-Indonesia bahkan manca Negara.

2. Kaderisasi
Sejarah timbul dan tenggelamnya suatu usaha, terutama hidup dan matinya pondok-pondok di tanah air, memberikan pelajaran kepada para pendiri Pondok tentang pentingnya perhatian terhadap kaderisasi. Sudah banyak riwayat tentang pondok-pondok yang maju dan terkenal pada suatu ketika, tetapi kemudian menjadi mundur dan bahkan mati setelah pendiri atau kyai pondok itu meninggal dunia. Di antara faktor terpenting yang menyebabkan kemunduran ataupun matinya pondok-pondok tersebut adalah tidak adanya program kaderisasi yang baik.

Bercermin pada kenyataan ini, Pondok Pesantren Modern Al-Islam Cipocok Jaya memberikan perhatian terhadap upaya menyiapkan kader yang akan melanjutkan cita-cita Pondok.

3. Pergedungan
Jangka ini memberikan perhatian kepada upaya penyediaan prasarana dan sarana pendidikan dan pengajaran yang layak bagi para santri.

4. Chizanatullah
Di antara syarat terpenting bagi sebuah lembaga pendidikan agar tetap bertahan hidup dan berkembang adalah memiliki sumber dana sendiri. Sebuah lembaga pendidikan yang hanya menggantungkan hidupnya kepada bantuan pihak lain yang belum tentu didapat tentu tidak dapat terjamin keberlangsungan hidupnya. Bahkan hidupnya akan seperti ilalang di atas batu, “Hidup enggan, mati tak hendak”.

5. Kesejahteraan Keluarga Pondok
Jangka ini bertujuan untuk memberdayakan kehidupan keluarga-keluarga yang membantu dan bertanggungjawab terhadap hidup dan matinya Pondok secara langsung, sehingga mereka itu tidak menggantungkan penghidupannya kepada Pondok. Mereka itu hendaknya dapat memberi penghidupan kepada Pondok. Sesuai dengan semboyan : “Hidupilah Pondok dan jangan menggantungkan hidup kepada Pondok”.
Read more...

Visi Misi Pondok Pesantren Modern Al-Islam

0 komentar
Visi
  1. Melaksanakan perintah Allah SWT yang tercantum dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11 dan QS. At-Taubah ayat 122 tentang penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran untuk meningkatkan derajat manusia dan mencetak pribadi muslim dan masyarakat yang Tafaqquh fiddin.
  2. Sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah thalabul ilmi dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Quran dan ilmu pengetahuan umum dengan tetap berjiwa islami.

Misi
  1. Memberi bekal Aqidah Islamiyyah yang benar kepada generasi muslim serta mampu melaksanakan nilai-nilai Islam dengan benar dan baik.
  2. Membentuk generasi yang unggul menuju terbentuknya Khairu Ummah.
  3. Ikut serta berkiprah dalam mewujudkan pembangunan masyarakat Indonesia, yakni membangun manusia seutuhnya menuju masyarakat yang adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT, sehingga menjadi Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafuur.
  4. Mengajarkan Ilmu Pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek yang memiliki keseimbangan dzikir dan pikir.
  5. Ikut serta mengembangkan potensi masyarakat melalui bidang pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lain yang sejalan dengan keislaman.
Read more...

Sabtu, 02 Maret 2019

NASEHAT

0 komentar
Agama islam ini adalah agama nasihat. Sebagaimana yang diberitahukan Nabi saw dalam sabda beliau, "Agama itu adalah nasihat".
"Bagi siapa? "Tanya para sahabat.
"Bagi Allah, kitab-nya, Rasul-Nya, serta bagi pemimpin umat islam dan seluruh umatnya, "jelas Nabi saw. (HR Muslim)
Para sahabat berbaiat kepada Rasul saw untuk melakukan shalat, zakat, dan nasihat bagi semua umat islam. Jarir bin 'Abdullah r.a bertutur, "Aku melakukan baiat kepada Rasulullah untuk (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan memberikan nasihat bagi seluruh umat islam. "(HR Muttafaq 'alaihi)
Banyak sarana untuk saling menasehati di zaman sekarang ini. Misalnya, saling menasehati melalui telepon, surat pos, whatsapp, facebook, Instagram, twitter, youtube, blog, atau e-mail. Hal itu mencakup semua orang muslim baik laki-laki maupun perempuan, baik kerabat, tetangga, sahabat, maupun lawan. Memberi nasihat dapat dilakukan misalnya dengan menulis pesan yang berisi penjelasan mengenai kebaikan-kebaikan si penerima pesan dan kebaikan akhlaknya, kemudian dituturkan keperluan yang dituju dan slipkanlah nasihat-nasihat tanpa ia sadari dengan cara yang baik.
Seorang penasehat harus jeli dalam memberikan nasihat. Ia tidak boleh melewati batas-batas sopan santun dalam menasehati. Setiap individu dalam umat ini pada umumnya sangat membutuhkan nasihat, terutama karena banyak orang yang tergelincir dan menyimpang dari agama. Banyak sekali orang yang menjadi lurus dan baik prilakunya karena secarik pesan -yang di dalamnya ada nasihat-yang bermanfaat.
Salah satu tipu daya setan, yaitu mengganggu seseorang sehingga merasa tidak mampu menulis dan tidak dapat menggunakan gaya bahasa yang menarik. Atau membisikkan ke dalam hati seseorang agar merasa takut apabila si penerima pesan mengetahui siapakah orang yang mengirim pesan itu. Demikianlah, setan akan selalu berusaha untuk mengganggu orang yang berada di atas jalan kebenaran dan kebaikan. Semua itu, dengan niat yang benar dan ikhlas, tidak akan pernah terjadi sama sekali. Benar sekali Rasulullah saw ketika mengatakan bahwa aga Islam adalah nasihat.
Pesan Blog jurnalis Al-Islam ini juga merupakan hasil usulan dari beberapa sahabat jurnalis. Semoga Allah swt membalasnya dengan kebaikan. Banyak sekali orang yang memiliki usulan dan pikiran namun mereka kikir untuk memberikannya.
By: Muhammad Firdaus (Kelas IV MMI)
Read more...