Banner 468 x 60px

 

Rabu, 27 Februari 2019

“MENUNTUT ILMU”

1 komentar

Allah swt. memuji ilmu dan orang yang memiliki ilmu. Dia juga memberikan janji kepada orang yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu dengan balasan dan pahala, serta meninggikan derajat hamba Nya dengan ilmu. Allah swt. Berfirman, 

“… Niscahya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….”. ((Al-Mujaadilah : 11)

Allah swt. tidak memerintahkan nabi- Nya untuk mencari tambahan terhadap sesuatu kecuali terhadap ilmu. Allah swt.berfirman,
   
’’….dan katakanlah, ’Ya Tuhanku, tambahkan ilmu kepadaku”  (Thaahaa : 114).

Rasulullah saw. memberitahukan adanya pahala besar bagi orang yang menuntut ilmu dan menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu. Rasulullah saw. bersabda,
”barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalan menuju syurga untuknya.” (HR ahmad)

Selayaknyalah bagi kita untuk bergabung ke dalam golongan orang yang di kehendaki oleh Allah swt. dengan kebaikan. Sebagaimana sabda Rosulullah saw.,
“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah dengan kebaikan maka Allah akan membuatnya pandai dalam agama.”(HR Bukhari)

Syekh Muhammad bin Abdul Wahab berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya mencari ilmu itu merupakan sebuah kewajiban. Ia dapat menyembuhkan hati Yang sedang sakit. Sesuatu yang paling penting bagi seorang hamba adalah mengetahui agamanya. Dengan pengetahuan dan amalan yang didasari oleh pengetahuan, dapat menjadi sebab masuk surga. Kebodohan dan menyia-nyiakannya dapat menyebabkan orang masuk neraka. Semoga Allah menjaga kita dari itu semua.”

Pada waktu sekarang ini, sarana dan jalan untuk mencari ilmu menjadi mudah. Kita dapat menggunakan waktu 10 menit setiap hari untuk mencari ilmu dengan berbagai cara seperti membaca buku-buku ilmu pengetahuan, atau mendengarkan kaset ceramah yang menerangkan kitab-kitab penting.  Begitu juga dengan aktivitas bertanya, mendengarkan pengajian dan masuk pesantren yang lebih efektif.

Ingatlah kisah orang yang berjalan denga telapak kaki nya dengan panas dan dingin berhari-hari dan berbulan-bulan hanya untuk mendengarkan satu hadits dari beberapa hadits Nabi saw..

(‘Abdul Malik Al-Qasim, Madza Taf’alu fi ‘Asyri Daqaiq?, Dar Ash-Shafwah : 107)




Read more...

Selasa, 26 Februari 2019

WASIAT

0 komentar

Agar perjalanan tetap berlangsung, langkah tetap berderap, dan Allah swt. Senantiasa memberkati kita dalam setiap amalan dan ucapan kita, Crew Jurnalis Al-Islam berwasiat kepada diri crew Jurnalis sendiri dan kepada kita semua dengan beberapa hal penting yang sudah jelas berikut ini. 

1. Ikhlas demi Allah swt..
Sesungguhnya ikhlas merupakan kunci dakwah para Rasul. Dengan ikhlas, segalanya disandarkan, apakah amalan diterima ataupun ditolak. Jauhilah riya' dan sum'ah. Rahasiakanlah amalan kita sebagaimana kita merahasiakan kejelekan kita. Buatlah "gudang" untuk menyembunyikan amalan baik kita yang kita tidak mau diketahui, kecuali oleh Allah swt. saja. 


2. Berdoalah agar Allah swt. Menerima amalan kita dan mengampuni kesalahan kita. 
Perlihatkanlah kelemahan dan kebutuhan kita kepada Allah swt.  Sang maha pencipta. Jangan sampai lisan kita berhenti berdzikir kepada Allah swt. Berdoalah kepada-nya agar menetapkan kita dalam agama-nya dan agar tidak menjadikan kita letih dan jemu sedikitpun. 


3. Berusahalah agar tidak menerjang batas-batas yang diharamkan oleh Allah swt.. 
Bila kita tetap menerjangnya maka Allah swt akan memadamkan api keimanan yang ada di dalam hati kita lalu melenyapkan pandangan dan pendengaran kita-untuk memperoleh kebenaran. Oleh sebab itu, jadilah hamba yang takut, sesungguhnya Allah swt sangat dahsyat siksa-Nya.

4. Perbaharuilah niat kita ketika terbesit rasa ingin dipuji dan disanjung di dalam hati kita.
Ketahuilah, sesungguhnya kita tidak akan mendapat pahala bila amalan kita diserai sikap ingin dipuji.

5. Bersegeralah menebar kebaikan sesama umat islam.
Jangan pernah menghalangi orang-orang yang ingin berbagi pengalaman berupa ketaatan kita. Berikanlah pengalaman tersebut tanpa menyebut identitas diri kita.

6. Sibukkanlah diri dengan aib-aib diri kita sendiri, bukan dengan aib orang lain .
Berbuatlah untuk memperbaiki diri kita. Sesungguhnya, waktu yang kita miliki hanyalah hari-hari yang sedikit dan jam-jam yang terhitung.  Berbuatlah untuk diri kita. Berikanlah kabar gembira dengan anugrah besar dari Tuhan Sang Maha Pemurah.
Read more...

MEMBACA AL-QUR’AN AL-‘AZHIM

1 komentar

Al-Qur’an Al-‘Azhim merupakan kitab Allah swt. Yang agung sekaligus cahaya-Nya yang menerangi. Di sana terdapat petunjuk dan penyembuh. Kadang-kadang sebagian orang lama tidak membaca Al-Qur’an kecuali apa yang dibaca ketika shalat. Allah swt dan Rasul-Nya telah memberikan peringatan terhadap sikap tidak acuh semacam ini dengan firmannya,


“Dan berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan". (Al-Furqaan:30)

Dalam 10 menit ini, kita dapat membaca minimal 5 halaman. Dengan begitu, berarti kita dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu 120 hari (setiap 4 bulan). Bagaimana jika kita adalah seorang yang tekun dan berkeinginan kuat, sehingga tiap hari kita mampu membaca satu juz Al-Qur’an. Jika begitu, berarti kita dapat mengkhatamkan Al-Qur’an setiap satu bulan. Jika 10 menit ini kita buat berulang-ulang hingga 5 kali, pada tiap-tiap waktu antara azan dan iqomat, berarti kita telah membaca 25 halaman setiap hari dan kita dapat mengkhatamkannya dalam 24 hari saja.

Renungkanlah keutamaan membaca Al-Qur’an. Ibnu Mas’ud r.a mengatakan bahwa Rasulullah saw. Telah bersabda,
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan, Alif lam mim, satu huruf. Namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Abu Umamah r.a berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya. Bacalah Zahrawain (Al-Baqarah, dan Ali ‘Imron). Karena pada hari kiamat nanti, keduanya akan datang bagaikan dua awan (atau seperti dua tanah rendah atau bagaikan sekelompok burung) yang membela pembacanya. Bacalah surat Al-Baqarah, sesunggunhnya dengan membacanya dapat membawa berkah, dan meninggalkannya adalah penyesalan. Orang yang malas tidak mampu melaksanakannya.” (HR Muslim)

Bila kita atur waktu untuk menghafal Al-Qur’an dan setiap hari kita hafalkan Al-Qur’an sebanyak dua halaman maka kita akan dapat menghafalnya dalam waktu satu tahun. Bila setiap hari kita menghafalkan seperempat halaman Al-Qur’an maka kita dapat menghafalnya dalam jangka waktu dua tahun saja. Kita jangan menganggap bilangan waktu itu sebagai sesuatu yang banyak. Bertahun-tahun waktu telah kita lewati begitu saja, berlalu bersama angina. Berapa banyak ayat yang dapat kita hafalkan selama ini? Pertanyaan ini ditunjukkan kepada kita, dan jawabannya ada apada diri kita masing-masing.

Ada seorang laki-laki yang dapat mengatur waktunya untuk menghafal tiga ayat Al-Qur’an setiap hari. Dengan begitu, ia telah dapat menghafal Al-Qur’an dalam waktu kira-kira 8 tahun. Lalu dimanakah niat dan keinginan kita jika dibandingkan dengan niat dan keinginan orang itu,? Maka singsingkanlah lengan baju demi akhirat. Sertai diri kita dengan mushaf saku agar kita dapat selalu dekat dengan Al-Qur’an di setiap waktu. Setelah itu, tinggalkan kehidupan bermalas-malasan tanpa mengerjakan apapun.

Dayah berkata pada Dawud Ath-Thaiy,”Wahai Abu Sulaiman, apakah engkau tidak ingin makan roti?
Maka Dawud Ath-Thaiy menjawab, “Wahai Dayah, antara mengunyah roti dan minup sup dapat untuk membaca lima puluh ayat (Al-Qur’an).”
Read more...

SHALAT DHUHA

0 komentar
SHALAT DHUHA

Dalam waktu kurang dari 10 menit, kita dapat mengambil air wudhu lalu melaksanakan shalat dhuha. Sholat dhuha paling sedikit dilaksanakan dua rakaat dan paling banyak adalah delapan rakaat (namun sebagian ulama berpendapat bahwa jumlah rakaat shalat dhuha tidak terbatas). Kita dapat melaksanakannya pada saat senggang. Begitu juga bagi para pekerja, apabila hal itu tidak berpengaruh terhadap pekerjaannya, Bagi orang yang tinggal di rumah maka dapat lebih leluasa lagi untuk bersimpuh dan berserah diri kepada Allah SWT.,

Abu Dzar Al-Ghiffari r.a mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Hendaknya kalian melakukan sedekah untuk setiap sendi kalian. Setiap tasbih adalah sedekah. Tahmid adalah sedekah. Tahlil adalah sedekah. Takbir adalah sedekah. Amar ma'ruf adalah sedekah. Nahi munkar adalah sedekah, dan semua itu dapat disamai dengan dua rakaat yang kalian lakukan dalam shalat dhuha ." (HR. Muslim)

Abu Hurairah r.a berkata, "Kekasihku, Rasulullah saw., telah memberikan wasiat kepadaku, yaitu puasa tiga hari pada tiap bulan, dua rakaat dhuha, dan shalat witir sebelum aku tidur." (HR Bukhori dan Muslim)

Wasiat Rasulullah saw. itu dapat dilaksanakan tanpa jerih payah. Di sana juga terdapat berbagai macam ibadah pada waktu-waktu yang berbeda. Mulai dari puasa tiga hari tiap bulan, dua rakaat dhuha, hingga shalat witir sebelum tidur.
Read more...

Senin, 25 Februari 2019

BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT

0 komentar

Dalam 10 menit dan dalam setiap kondisi; di kendaraan, kantor, atau ketika sedang santai di pembaringan, baik pagi maupun sore, kita dapat berzikir kepada Allah swt. Sesungguhnya salah satu aktivitas yang paling utama yang dapat dilakukan oleh seseorang dan diucapkan oleh lisan adalah berzikir kepada Allah swt serta mengucapkan tasbih dan tahmid kepada-nya.
Wahai saudara seiman, jagalah rangkaian zikir sebagai bekal bagi kita. Hafalkanlah agar kita dapat mengucapkannya secara kontinu dan spontan. Bagi orang yang berkeinginan kuat, dapat pula mengkhususkan waktu 10 menit, misalnya pada waktu sebelum tidur, untuk membaca doa menjelang tidur atau membaca setengah juz Al-Qur'an dan yang semisalnya setelah shalat subuh. Selain itu, selayaknya kita juga berusaha untuk melakukan aktivitas tersebut secara kontinu agar terbiasa dan tidak dapat lagi meninggalkannya. Sesungguhnya berzikir kepada Allah swt dapat menghidupkan hati, menghilangkan kesedihan, dan baik bagi jiwa, selain mendapat balasan dan pahala.
Banyak ayat Al-Qur'an dan Hadits yang menunjukkan keutamaan zikir yang dapat memotivasi kita untuk melakukan hal tersebut.
Allah swt berfirman dalam beberapa ayat-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab [33] : 41-43)


“laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab [33] : 35)


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS. Ali 'Imran [3] : 190-191)

Rasulullah saw bersabda, "orang-orang yang sendirian telah mendahului. "
"Apakah orang-orang yang sendirian itu, wahai Rasulullah? "Tanya mereka (para sahabat)
"Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, "jawab Rasulullah saw. (HR Muslim)

Mu'adz bin Jabal r.a berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,
‘Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah ketika engkau meninggal dunia sedangkan lisanmu basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR Ibnu Hibban)

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bagi hati, zikir layaknya air bagi ikan. Maka bagaimanakah kondisi ikan ketika berpisah dengan air?”

Aktivitas zikir ada kalanya dilakukan dengan hati dan ada kalanya dilakukan dengan lisan. Aktivitas yang lebih utama, yaitu apabila dilakukan dengan hati dan lisan secara bersama-sama. Namun apabila memilih di antara keduanya  maka dilakukan dengan hati adalah lebih utama. (Kitab Al-Adzkar, hlm. 7. Ibnul Qayyim juga menyebutkan lebih dari seratus faedah dalam kitabnya yang berjudul Al-Wabil Ash-Shayyib)
Read more...

KONSUMSI BACAAN

2 komentar
KONSUMSI BACAAN

Seiring dengan kenikmatan hidup dan banyaknya kesibukan maka buku-buku pun menjadi tersisihkan. Sedikit sekali untuk membaca bagi sebagian besar orang. Bahkan membaca telah digantikan dengan aktivitas-aktivitas lain seperti menonton siaran televisi. kita akan sulit sekali menemukan seorang muslim yang memiliki keinginan serius untuk mengembangkan pengetahuan dan pemikirannya dengan membaca buku-buku dan mendalami isi nya dari lembaran-lembarannya. Mungkin saja kita menemukan orang yang membaca dengan sepintas dan dalam waktu yang terpisah-pisah. Namun sedikit sekali, bahkan jarang orang yang menyediakan waktu khusus untuk membaca tiap harinya secara serius dan kontinu melakukannya.

Kita mungkin akan tertawa mendengarkan jawaban apa yang mereka baca. Mereka akan menyebutkan bahwa mereka tidak pernah absen membaca koran dan majalah. Dengan begitu, mereka beranggapan bahwa mereka telah maju dan terpelajar. Padahal, sejak kapan kertas-kertas sepintas lalu itu menjadi sumber pemikiran dan kebudayaan serta menjadi sumber asal keilmuan.

Dalam waktu 10 menit saja, seseorang dapat membaca secara serius satu bab buku mengenai tauhid misalnya, atau membaca satu tema fiqih yang sudah jelas banyak berguna dalam urusan kehidupan. Bahkan dalam kondisi tertentu, membaca tema-tema itu merupakan sebuah kewajiban baginya, misalnya untuk mengetahui hukum-hukum thaharah (bersuci), tata cara shalat fardhu dan shalat sunnah, dan lain sebagainya.

Waktu 10 menit sering diremehkan oleh sebagian orang dan membaca dalam waktu ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak berarti. Dengan kontinuitas, dalam waktu satu bulan, seseorang dapat membaca 300 menit, hal itu berarti sama dengan 5 jam, waktu ini akan menjadi berkah sekaligus sebagai langkah awal untuk membaca secara serius yang hal-hal yang bermanfaat bagi seorang muslim dalam urusan agama dan dunianya. Selayaknya kita tidak melalaikan niat yang baik untuk membaca agar kita mendapatkan pahala dengan izin Allah SWT., Setelah itu, kita juga dapat berusaha untuk mengajarkan sesuatu yang kita ketahui yang mungkin dapat bermanfaat bagi keluarga dan sahabat sahabat kita.
Read more...

Minggu, 24 Februari 2019

TAFAKKUR

1 komentar



Apakah pada satu ketika kita pernah memikirkan keagungan ciptaan Allah swt dengan bentuknya yang besar ataupun keunikan gerakannya? Atau apakah kita pernah memikirkan diri kita sendiri, tarikan napas, kemampuan ingatan, denyut jantung dan gerak-gerakannya?  Apakah kita pernah berpikir tentang pandangan dan pendengaran kita?  Allah swt berfirman,

“ Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (Adz-Dzaariyat[51]:21)

Dengan tafakkur semacam ini, kita dapat mengetahui bahwa Allah swt yang menciptakan kita merupakan zat yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan juga tidak diperanakkan, Naga suci Allah. Maka sudah selayaknya kita memohon rahmatnya dan takut akan siksa-Nya. 

Apakah kita pernah berpikir tentang kematian dengan segala kedahsyatan dan kesudahannya? Begitu juga kubur dan kegelapannya, hari kiamat dan kedahsyatannya, Shirat dan kengeriaannya?
Rasul saw bersabda,
"Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. "(HR Muttafaq 'alaihi) 

Berpikirlah tentang padang mahsyar, alam barzakh, dan ketika matahari berada dekat sekali dengan kepala-kepala manusia. Ingatlah pada kondisi yang sangat dahsyat itu.

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, Dari ibu dan bapaknya, Dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. ('Abasa[80]:34-37)

Ingatlah pula detik-detik yang panjang dan hari-hari yang sangat mengerikan.

“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (Al-Hajj[22]:2)

Berpikirlah tentang kesusahan dan kesulitan itu agar hati tergerak dan terus bertambahlah keyakinan kita, kemudian melangkah menuju Allah swt dengan hati tertunduk, rendah diri, dan meninggalkan hiruk-pikuk dunia, hingga tak lagi menjadikan kita melupakan-Nya.

by: Izza Fillahi (Kelas 3 MMI)
Read more...

Kegiatan Ekstrakulikuler Pondok Pesantren Modern Al-Islam

3 komentar

Kegiatan Ekstrakulikuler
  1. Jam’iyyatu-l-Qurra‘ (JMQ) dan Tahfidz Al-Quran
  2. Gerakan Pandu Islam (GPI)/ Gerakan Pramuka Islam
  3. Program peningkatan Bahasa, diantaranya;
    • Penyampaian kosa kata Bahasa Arab, Inggris, dan Jepang setiap pagi.
    • Percakapan berbahasa Arab, Inggris maupun Jepang, tiga kali sepekan, pada hari Sabtu, Ahad dan Senin.
    • Perlombaan pidato, drama dan cerdas cermat dalam bahasa Arab, Inggris dan Jepang.
  4. Public Speaking dengan menggunakan empat  bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang.
  5. Perkemahan, diadakan setiap satu Tahun Sekali Ajang Kreasi Perkemahan Pramuka Al-Islam di Lapangan Utama Pondok Pesantren Modern Al-Islam.
  6. Kursus-Kursus Ketrampilan dan kesenian, di antaranya:
    • Kursus Kaligrafi
    • Kursus Melukis
    • Kursus Mengetik
    • Kursus Komputer
    • Kursus Elektronika
    • Kursus Membuat Parsel
    • Kursus Tata Boga
  7. Seni Musik, diantaranya;
o   Marawis
o   Drum Band
o   Band
o   Acapella
o   Hadroh
o   Kosidah
o   Beat Box
o   Nasyid
  1. Olahraga, meliputi :
    • Lari pagi
    • Memanah
    • Sepak bola
    • Bola takraw
    • Tenis meja
    • Bulu tangkis
    • Bola voli
    • Bela diri (Terumbu, Muaytai, dan Wushu)
    • Senam
    • Futsal
  2. Jurnalis Al-Islam.
  3. Pementasan Seni, ditampilkan oleh kelas lima dan kelas enam dalam rangka pekan perkenalan (Arena Gembira dan Drama Arena).
  4. Diskusi dan Kajian ilmiah. 
  5. Pelatihan Organisasi.
Read more...

Sabtu, 23 Februari 2019

“SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SAW”

0 komentar
 
Bacaan shalawat terhadap Nabi Muhammad saw. mengandung pahala yang besar dan manfaat yang banyak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim,’’Bacaaan shalawat terhadap Nabi saw.  adalah pelaksanaan sedikit hak bagi beliau  dan ungkapan rasa terima kasih kepada beliau atas nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH swt. kepada kita. Padahal semsestinya ia berhak mendapatkan sesuatu yang melebihi itu semua, yang tidak dapat dihitung dengan keilmuan, kemampuan, dan kehendak kita. Namun, Allah swt. dengan kemurahan-Nya, telah ridha dengan sedikit amal dari dari hamba-Nya yang disertai dengan syukur untuk memberikan hak-Nya.”

Oleh karena itu , janganlah kita menjadi orang-orang yang kikir sebagaimana yang dimaksud oleh Rasul saw. dalam sabda beliau,
"Orang yang kikir adalah orang yang ketika aku disebut kepada nya ia tidak membacakan shalawat kepadaku.’’(HR TIRMIDZI)

Raihlah pahala besar dan balasan yang agung ketika membaca shalawat kepada nabi saw.
Abu hurairah r.a meriwayatkanbahwa sesungguhnya rasulullah saw bersabda,
”Barang siapa membaca shalawat untukku satu kali maka ALLAH akan membaca shalawat untuknya sepuluh kali.”

Imam Nawawi Rahimahullah berkata, ”sahalawat ALLAH kepada hamba-Nya adalah rahmat dan pelipatgandaan pahala.”

Rasulullah saw . telah mengajarkan kepada kita tata cara membaca shalawat dengan sabda beliau,
“Katakanlah,’Ya ALLAH, semoga shalawat selalu mengalir kepada nabi muhammad dan kepada keluarga nabi muhammad sebagaimana engkau berikan shalawat kepada nabi ibrahim dan kepada keluarga nabi ibrahim,sesungguhnya Engkau adalah Zat yang maha Mulia lagi maha agung.Ya ALLAH, semoga engkau berikan berkah kepada nabi muhammad dan kepada keluarga nabi muhammad sebagaimana engkau berikan berkah kepada nabi ibrahim dan kepada keluarga nabi ibrahim,sesungguhnya engkau adalah Zat yang maha mulia lagi maha agung.”(HR BUKHARI dan MUSLIM)
Read more...