Senin, 25 Februari 2019
BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT
Dalam 10 menit dan dalam setiap kondisi; di kendaraan, kantor, atau ketika sedang santai di pembaringan, baik pagi maupun sore, kita dapat berzikir kepada Allah swt. Sesungguhnya salah satu aktivitas yang paling utama yang dapat dilakukan oleh seseorang dan diucapkan oleh lisan adalah berzikir kepada Allah swt serta mengucapkan tasbih dan tahmid kepada-nya.
Wahai saudara seiman, jagalah rangkaian zikir sebagai bekal bagi kita. Hafalkanlah agar kita dapat mengucapkannya secara kontinu dan spontan. Bagi orang yang berkeinginan kuat, dapat pula mengkhususkan waktu 10 menit, misalnya pada waktu sebelum tidur, untuk membaca doa menjelang tidur atau membaca setengah juz Al-Qur'an dan yang semisalnya setelah shalat subuh. Selain itu, selayaknya kita juga berusaha untuk melakukan aktivitas tersebut secara kontinu agar terbiasa dan tidak dapat lagi meninggalkannya. Sesungguhnya berzikir kepada Allah swt dapat menghidupkan hati, menghilangkan kesedihan, dan baik bagi jiwa, selain mendapat balasan dan pahala.
Banyak ayat Al-Qur'an dan Hadits yang menunjukkan keutamaan zikir yang dapat memotivasi kita untuk melakukan hal tersebut.
Allah swt berfirman dalam beberapa ayat-Nya.
“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab [33] : 41-43)
“laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab [33] : 35)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (QS. Ali 'Imran [3] : 190-191)
Rasulullah saw bersabda, "orang-orang yang sendirian telah mendahului. "
"Apakah orang-orang yang sendirian itu, wahai Rasulullah? "Tanya mereka (para sahabat)
"Mereka adalah laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, "jawab Rasulullah saw. (HR Muslim)
Mu'adz bin Jabal r.a berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,
‘Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah ketika engkau meninggal dunia sedangkan lisanmu basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR Ibnu Hibban)
Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bagi hati, zikir layaknya air bagi ikan. Maka bagaimanakah kondisi ikan ketika berpisah dengan air?”
Aktivitas zikir ada kalanya dilakukan dengan hati dan ada kalanya dilakukan dengan lisan. Aktivitas yang lebih utama, yaitu apabila dilakukan dengan hati dan lisan secara bersama-sama. Namun apabila memilih di antara keduanya maka dilakukan dengan hati adalah lebih utama. (Kitab Al-Adzkar, hlm. 7. Ibnul Qayyim juga menyebutkan lebih dari seratus faedah dalam kitabnya yang berjudul Al-Wabil Ash-Shayyib)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar