Apakah pada satu ketika kita pernah memikirkan keagungan ciptaan Allah swt dengan bentuknya yang besar ataupun keunikan gerakannya? Atau apakah kita pernah memikirkan diri kita sendiri, tarikan napas, kemampuan ingatan, denyut jantung dan gerak-gerakannya? Apakah kita pernah berpikir tentang pandangan dan pendengaran kita? Allah swt berfirman,
“ Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (Adz-Dzaariyat[51]:21)
Dengan tafakkur semacam ini, kita dapat mengetahui bahwa Allah swt yang menciptakan kita merupakan zat yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan juga tidak diperanakkan, Naga suci Allah. Maka sudah selayaknya kita memohon rahmatnya dan takut akan siksa-Nya.
Apakah kita pernah berpikir tentang kematian dengan segala kedahsyatan dan kesudahannya? Begitu juga kubur dan kegelapannya, hari kiamat dan kedahsyatannya, Shirat dan kengeriaannya?
Rasul saw bersabda,
"Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. "(HR Muttafaq 'alaihi)
Berpikirlah tentang padang mahsyar, alam barzakh, dan ketika matahari berada dekat sekali dengan kepala-kepala manusia. Ingatlah pada kondisi yang sangat dahsyat itu.
“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, Dari ibu dan bapaknya, Dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. ('Abasa[80]:34-37)
Ingatlah pula detik-detik yang panjang dan hari-hari yang sangat mengerikan.
“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya. (Al-Hajj[22]:2)
Berpikirlah tentang kesusahan dan kesulitan itu agar hati tergerak dan terus bertambahlah keyakinan kita, kemudian melangkah menuju Allah swt dengan hati tertunduk, rendah diri, dan meninggalkan hiruk-pikuk dunia, hingga tak lagi menjadikan kita melupakan-Nya.
by: Izza Fillahi (Kelas 3 MMI)



1 komentar:
Mantappujiwa...
Posting Komentar