APAPUN HARAKAHMU, AKU SAUDARAMU. SETIAP MUSLIM ADALAH SAUDARA. STOP PERPECAHAN; MARI BERSATU.
FPI seperti sebatang baja yang terus menerus ditempa dengan fitnah, dengan penjara, dengan pembunuhan karakter oleh media liberal. Akhirnya terlihat sudah bentuk akhirnya menjadi pedang tajam pembela islam yang berkilau.
HTI laksana Perisai, yang membentengi ummat dari faham sekuler, hinggga ummat semakin matang dalam melihat situasi politik secara global dengan landasan Islam. Sehingga ummat semakin faham Bahwa islam memiliki sistem politik yang Super Tangguh dan Canggih.
Muhammadiyah Laksana Guru, yang tiada henti mencetak kader-kader dakwah yang mempunyai ghiroh ke-Islaman tinggi, menyiapkan rumah-rumah sakit untuk melayani kesehatan ummat secara menyeluruh.
NU laksana Tanggul, yang telah memisahkan antara air kotor dan air bersih, di suling di pondok-pondok pesantrennya, untuk kemudian di alirkan ketengah-tengah ladang persemaian nan subur.
Saudara-saudara Salaf, menggedor pemahaman kita tentang pentingnya Sunnah, menteladani dan terus mempelajari kehidupan menggunakan nya dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara Dari Jamaah Tablig, yang tiada lelah terus mengajak kita untuk menghidupkan Amalan Masjid, untuk i’tikaf, sholat tepat waktu dan berjama’ah. Telah mengingatkan kita arti sebuah sunnah Mu’akadah.
Tarbiyah, yang telah dan terus mencetak generasi Rabbani, yang para murabbi’nya dengan Lantang Menyerukan Perbaikan di tengah-tengah Sistem parlemen yang amburadul, pun harus kita apresiasi.
Intinya, Seluruh komponem ummat ini, sedang berproses, saling mengisi Pos-posnya, untuk kemudian Bangkit dan Bersatu Dalam Panji-panji Rosululloh shallallahu 'alaihi wa sallam ; Al-Liwa dan Ar-Rayyah.
Mari saudara/i ku, kita telah melihat dan merasakan betapa indahnya persatuan dalam Keimanan.. Kita kuat jika bersatu dalam Ta’at..
Insyaallah, saat waktu itu tiba, Allah Akan memberikan pertolongannya yang paripurna, Dengan Tegaknya Syariah Islam Dalam Naungan Khilafah Rosyidah 'ala Minhajin Nubuwwah.
Anak Jurnalis Ma'had Al-Islam (AJMA)



0 komentar:
Posting Komentar