Al-Qur'an itu sangat mudah dihafalkan. Allah sendiri yang mengatakan hal tersebut. Tapi tentu ada caranya agar dimudahkan oleh Allah dalam menghafalnya. Berikut ini beberapa caranya:
1. Mengikhlaskan niat hanya karena Allah. Hendaknya ia menghafal Al-Qur'an karena ingin mendapatkan ridha Allah dan dimudahkan menjalankan ketaatan kepada Allah dan mencari ilmu.
2. Menentukan beberapa banyak yang kita hafal di setiap harinya. Jangan terlalu memaksakan kehendak untuk menghafal sebanyak mungkin dalam 1 hari. Prinsipnya adalah "sedikit yang berkelanjutan itu lebih baik dari pada banyak yang pada akhirnya tidak berkelanjutan". Misalnya saja kita menentukan bahwa setiap hari akan menghafal 1/2 atau 1/3 halaman, lalu setelah itu setiap hari menghafal 1/3 atau 1/3 halaman secara terus menerus. Nah, ini jauh lebih baik dari pada langsung menghafal 10 halaman hari itu kemudian berhenti hingga 1 minggu atau lebih.
3. Tentukan waktu untuk menghafal dan waktu untuk mengulangi hafalan. Lebih baik menghafal pada awal har; entah itu sebelum subuh atau sesudah shalat subuh. Kemudian mengulangi hafalan hari ini sekurang-kurangnya pada setiap waktu shalat yang tersisa (dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya). Akan semakin baik jika kita juga bisa mengulangi hafalan itu sambil berjalan atau melakukan aktifitas lain.
4. Ingatlah, bahwa rahasia utama menghafal Al-Qur'an adalah mengulang. Semakin banyak mengulang, maka akan semakin Bagus. Lagi pula yang diulang adalah ayat-ayat Al-Qur'an yang setiap 1 huruf bernilai 10 kebaikan!
Karena itu, tidak mengherankan jika orang-orang yang berilmu terdahulu sangat dikenal dengan kesabaran mereka untuk mengulang dan mengulang apa yang akan atau telah dihafal. Ada yang mengulang hingga 70 kali sesuatu yang ingin ia hafalkan.
5. Gunakan hanya satu Al-Qur'an saja. Jangan berganti-ganti Al-Qur'an, karena proses menghafal itu melibatkan Indra pandangan kita. Ketika kita menghafal, maka mata kita akan mengingat semua posisi ayat dan halaman yang kita hafalkan. Kalau kita berganti-ganti Al-Qur'an, maka ingatan kita akan kacau dalam mengingat dan membayangkan posisi halaman yang kita hafalkan.
Al-Qur'an yang baik digunakan untuk menghafal adalah Al-Qur'an yang pada setiap halamannya dimulai dengan awal ayat baru dan diakhiri d ngan akhir sbuah ayat.
6. Berusaha memahami makna terjemahan ayat-ayat yang dihafalkan. Akan jauh lebih baik jika ditambah dengan membaca tafsirnya untuk mengetahui mengapa ayat itu turun, kepada siapa, bagaimana kisahnya, dan apa saja kandungan yang terkandung di dalamnya.
7. Cara terbaik untuk mengulangi hafalan Al-Qur'an adalah dengan mengamalkannya. Begitulah yang dilakukan oleh para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam.
8. Bangunlah disepertiga akhir malam untuk melaksanakan shalat tahajud. Tujuannya adalah untuk mengasah hati dan pikiran serta mengulangi apa yang dihafalkan dalam shalat tahajud. Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan : "Apabila sang pemilik Al-Qur'an itu mengerjakan shalat diwaktu malam dan siang lalu membacanya, maka ia akan mengingatnya. Namun jika tidak, maka ia akan melupakannya. "
9. Jangan lupa sati hal; jangan pernah menghafal ayat tertentu dari Al-Qur'an samapai kita yakn bahwa bacaan kita terhadap ayat tersebut telah benar. Karena itu kita harus membacakan dulu kepada orang yang dapat meluruskan kekeliruan bacaan kita sebelum menghafalkannya. Jika salah membaca, lalu menghafalkan ayat itu dengan bacaan yang salah, maka hafalan yang terekam dalam hati dan pikiran kita juga salah.
10. Terakhir, ingatlah bahwa ayat-ayat Al-Qur'an itu adalah cahaya Allah. Dan cahaya Allah itu tak akan diberikan kepada orang yang suka berbuat dosa dan maksiat. Cahaya Allah hanya akan diberikan kepada orang yang taat kepada Allah dan selalu menghindari maksiat kepada Allah. Imam al-Syafi'i mengatakan :"Aku pernah mengadu kepada guruku, tentang hafalanku yang buruk. Lalu beliau mengingatkan ku untuk menghindari dosa dan maksiat. Kemudian beliau mengatakan :"Ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah itu tak akan diberikan kepada mereka yang suka berbuat maksiat kepada Allah. "
Anak Jurnalis Ma'had Al-Islam (AJMA TEAM)




0 komentar:
Posting Komentar