Ilmu dalam islam memiliki
kedudukan yang sangat baik. Ayat Al-Quran pertama yang diturunkan Allah Ta'ala
kepada Nabi kita, Muhammad Shallahu'Alaihiwasallam adalah Iqra'. Yang berarti:
"Bacalah! " perintah membaca jelas sekali adalah perintah untuk
belajar dan menuntut ilmu. Dan memang Allah memang menyiapkan begitu banyak hal
yang harus kita pelajari.
Ibadah dalam islam adalah
ibadah yang dibangun di atas pengetahuan ilmu yang benar. Kita tidak bisa
seenaknya beribadah tanpa ilmu yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Misalnya saja, kita
berpikir wah... Sebaiknya sholat subuh yang tadinya 2 rakaat kita jadikan saja
10 rakaat supaya lebih banyak pahalanya. Nah, di situ kalian harus bertanya
atau ditanya: apakah ada tuntunan ilmunya dari Allah serta Rosul-Nya menambah
jumlah rakaat shalat subuh menjadi 10 rakaat?
Karena itu, kita harus memiliki landasan ilmu yang benar terkait dengan pengamalan agama
kita ini, dan juga memiliki landasan ilmu yang cukup untuk menjadi pegangan
hidup kita di dunia ini dalam mencari rezki dan mempertahankan hidup kita.
Keutamaan Belajar dan
Menuntut Ilmu
Dahulu para sahabat Nabi
Shallallahu alaihi wasallam sangat bersemangat untuk belajar dan menununtut
ilmu. Mereka bersemangat karena mengetahui betapa banyak dan besarnya keutamaan
dan balasan yang disiapkan Allah untuk hamba-hamba-nya yang sungguh-sungguh
belajar dan menuntut ilmu.
Salah satu kisahnya adalah
sebagai berikut:
Dahulu hidup seorang
sahabat bernama Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu anhu. Sahabat ini memiliki
semangat yang sangat tinggi untuk mempelajari apa yang pernah disampaikan oleh
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Suatu ketika, ketika
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah tiada, sahabat Jabir bin 'Abdillah
ini mendengar berita bahwa ada sebuah hadits Nabi yang belum pernah ia
dengarkan, namun dicatat dan dihafal dngan baik oleh seorang sahabat lain yang
telah lama pindah ke kota Syam.
Setelah berpikir agak
lama, Jabir bin 'Abdillah pun memutuskan untuk mengunjungi sahabat tersebut di
kota Syam. "Aku harus mengunjunginya secepat mungkin untuk mendengarkan
hadits itu, " demikianlah tekad Jabir bin 'Abdillah radiyallahu anhu.
Bayangkan, demi
mendengarkan satu hadits saja, sahabat Jabir bin 'Abdillah rela menempuh
perjalanan yang sangat jauh dari kota Madinah menuju kota Syam. Konon
perjalanan itu menghabiskan waktu 1 bulan lamanya.
Setibanya di kota Syam,
Jabir bin 'Abdillah segera mencari rumah sahabat tersebut. Dan setelah bertemu
serta mendengarkan hadits yang ia inginkan tersebut, Jabir bin 'Abdillah pun tidak menunggu lama.
Ia segera menyiapkan perjalanan pulangnya kembali ke kota Madinah.
Kisah semacam ini sangat
banyak kita temukan dalam buku-buku sejarah. Sejak zaman para sahabat Nabi
shallallahu alaihi wasallam hingga zaman-zaman berikutnya menunjukan betapa
besarnya semangat mereka untuk menuntut ilmu. Bahkan meski harus menempuh
perjalanan berbulan-bulan lamanya.
Kalau kita membaca
kisah-kisah hidup mereka, kita akan melihat betapa mereka mengorbankan apa saja
untuk datang menuntut ilmu.
Sekarang kita akan bahas
apa saja keutamaan belajar dan menuntut ilmu itu...
Apa Saja Keutamaan Belajar
dan Menuntut Ilmu Itu?
1. Belajar dan menuntut
ilmu itu adalah jalan menuju surga
Alkisah, ada seseorang
bernama Budi. Ia seorang muslim. Dan ia baru saja mempelajari bahwa jika ia
ingin selamat di dunia dan akhirat serta masuk ke dalam surganya Allah, salah
satu kewajiban yang harus ia kerjakan adalah shalat wajib lima waktu. Maka
tanpa banyak bertanya dan mencari tahu lagi, ia segera bertekad untuk mulai
mengerjakan shalat lima waktu sejak saat itu.
Ketika matahari terbit jam
7 pagi, ia bangun. Ia kemudian menyikat gigi dan membersihkan wajahnya. Tidak
lama setelah itu ia pun mengerjakan shalat sebanyak 3 rakaat.
"Alhamdulillah, pagi ini aku sudah mengerjakan shalat subuh ku yang
pertama, " ujarnya sambil tersenyum.
Setelah sarapan pagi, ia
kemudian mandi lalu berangkat ke tempat kerjanya. Tepat jam 9 pagi, ia kembali
mencuci wajahnya lalu kemudian mengerjakan shalat keduanya sebanyak 3 rakaat
lagi. Dan setelah selesai, ia mengatakan:"Alhamdulillah, pagi ini aku
telah menyelesaikan shalat dzuhurku."
Demikianlah cara si Budi
mengerjakan shalat-shalatnya. Coba perhatikan, ada banyak kesalahan yang
telah dia dilakukan dalam ibadah shalatnya. Cara berwudhunya tidak sempurna,
caranya menetapkan waktu shalatnya juga salah. Apalagi shalat yang dia lakukan,
semuanya bertentangan dengan apa yang dituntunkan oleh Rosulullah shallallahu
alaihi wasallam.
Dan Budi tidak pernah
merasa perlu untuk bertanya, atau belajar lebih jauh tentang apa yang
seharusnya ia lakukan dalam shalatnya. Ia tidak pernah berusaha untuk
mengetahui lebih jauh tentang bagaimana dahulu Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam berwudhu dan mengerjakan shalatnya.
Apakah dengan sikap
seperti itu, Budi dapat memenuhi impiannya untuk meraih surga Allah? Tentu saja
tidak. Padahal kita baru berbicara tentang satu jalan yang dapat menghantarkan
ke surga. Kita belum melihat bagaimana si Budi melakukan ibadah wajib lainnya.
Karena itu, smakin
tekunseorang muslim menuntut ilmu, semakin terang dan jelaslah baginya berbagai
jalan yang kelak akan memudahkannya untuk masuk ke dalam surga Allah. Hal ini
sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang mengatakan
"... Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu selalu
menolong saudaranya. Dan barang siapa yang menempuh suatu perjalanan (dimana)
ia mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga...
"
"Menempuh
perjalanan"disini memiliki makna yang sangat luas. Misalnya bila kalian
mandi, bersiap-siap dan kemudian berangkat ke sekolah, majlis ta'lim, itu
artinya kalian telah melakukan hal-hal yang akan memudahkan kalian untuk masuk
ke surga jika kalian berwudhu lalu berangkat ke masjid untuk ikut duduk
mendengarkan pengajian, atau mendengarkan ceramah para ustadz di televisi dan
radio, maka itu artinya kalian sedang mengerjakan sesuatu yang nanti akan
memudahkan kalian masuk surga.
2. Dinaungi para malaikat
dan mendapatkan Rahmat dari Allah.
Semua tempat yang
digunakan untuk mempelajari dan menuntut ilmu, akan menjadi tempat yang sangat
disukai oleh Allah dan Allah akan segera menurunkan rahmat-nya, kita akan
diliputi ketenangan, dan disitulah para malaikat akan berkumpul. Mereka akan
menaungi tempat itu bersama dengan semua orang yang duduk di sana dengan
sayap-sayap mereka.
Jadi mulai sekarang tidak
ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu, kita harus
rajin ke sekolah, majlis ta'lim karena bila kita belajar dan menuntut ilmu,
maka kita akan mendapatkan sekurang-kurangnya 3 keutamaan:
a. Kita akan dinaungi para
malaikat
b. Ketenangan akan turun kepada
kita
b. Kita akan diliputi
Rahmat Allah
3. Kalian akan dihormati
oleh para malaikat
Malaikat adalah makhluk
ciptaan Allah yang sngat luar biasa. Mereka diciptakan oleh Allah dari cahaya.
Allah Ta'ala menciptakan mereka untuk selalu taat dan patuh kepada semua
perintah Allah. Karena itu, masing-masing malaikat memiliki tugas yang khas.
Ada yang bertugas menyampaikan Wahyu. Ada yang bertugas mencatat amalan
manusia. Bahkan ada yang diperintahkan hanya sujud saja kepada Allah. Mereka
tidak mengerjakan apa-apa hingga hari kiamat kecuali sujud kepada-Nya.
Lihat betapa mulianya
makhluk bernama malaikat itu, bukan? Tapi sekarang bayangkanlah jika
makhluk-makhluk mulia itu justru menghormati kita. Mereka akan menghormati kita
hingga merendahkan sayap-sayap mereka kepada kita. Semua itu mereka lakukan
karena mereka meridhai dan mencintai ketekunan kita serta menyukai kehadiran
kita dalam belajar dan menuntut ilmu.
Sesungguhnya betapa
mulianya kita manusia, jika para malaikat saja telah merendahkan sayap-syapnya
sebagai bentuk penghormatan terhadap kesungguhan kita dalam menuntut ilmu.
4. Kita akan menjadi
pewaris para nabi dan rasul
Para nabi dan rosul adalah
manusia paling mulia di sepanjang sejarah kehidupan manusia. Tidak ada manusia
yang menyamai kemuliaan para nabi dan rosul. Mereka adalah manusia pilihan
Allah yang ditugaskan untuk membawa dan menyampaikan pesan dari Allah yaitu
mengajak manusia untuk menyembah hanya kepada Allah.
Dalam sejarahnya, hanya
sedikit dari para nabi dan rosul yang dikaruniai kekayaan oleh Allah.
Kebanyakan dari mereka adalah manusia-manusia yang hidup sederhana. Coba kalian
baca bagaimana kehidupan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam. Mereka semua adalah manusia yang hidup dalam segala
kekurangan dan keterbatasan.
Contoh yang paling jelas
adalah nabi kita, Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Kehidupan beliau
sangatlah sederhana, bahkan sangat kekurangan. Bukan berarti bahwa beliau tidak
mampu untuk menjadi orang yang kaya-raya. Jangan lupa, beliau adalah seorang
pedagang yang sangat sukses sebelum diutus sebagai rasulullah. Beliau memang
sengaja memilih kehidupan yang sederhana di dunia ini, namun mendapatkan nikmat
berlimpah ruah di akhirat kelak.
Itulah sebabnya, para nabi
dan rasul tidak pernah mewariskan harta dan kekayaan kepada umatnya. Yang
mereka wariskan hanyalah ilmu yang bermanfaat yang mereka terima dari Allah.
Dan ilmu ini hanya akan diwarisi oleh mereka yang memiliki kesungguhan dan
ketekunan hati dalam mencari, mempelajari dan kelak mengajarkannya kepada
sesama. Siapa pun itu dan dari keturunan manapun ia, maka ia tidak mempunyai
jaminan apa-apa untuk dapat mewarisi warisan para nabi dan rasul itu. Kecuali
jika ia bersungguh-sungguh belajar dan menuntut ilmu serta mengamalkan apa yang
ia pelajari tersebut.
Apa Manfaat Belajar dan
Menuntut Ilmu bagi Kita?
1. Dengan belajar dan
menuntut ilmu berarti kita telah membangun jalan menuju surga Allah
2. Jika kita belajar dan
menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, Allah akan menurunkan rahmat-nya dan para
malaikat-nya akan mencintai kita.
3. Dengan belajar dan
menuntut ilmu berarti kita akan menjadi pewaris para nabi dan rasul.
by : Akimudin (Siswa Kelas 5 MMI)
#AJMATEAM
by : Akimudin (Siswa Kelas 5 MMI)
#AJMATEAM



0 komentar:
Posting Komentar