Banner 468 x 60px

 

Selasa, 31 Desember 2019

Hal-hal yang membuat sulit menghafal ayat-ayat Al-Qur'an

0 komentar

Hal-hal yang membuat sulit menghafal ayat-ayat Al-Qur'an:

A. Tidak menguasai mahkrojul huruf dan tajwid.
Salah satu faktor kesulitan dalam menghafal al-quran ialah karena bacaan yang tidak Bagus, Baik dari  segi  makhrojul huruf, kelancaran membacanya, ataupun tajwidnya. sebagaimana dijelaskan sebelumnya, untuk menguasai al qur'an dengan baik dan benar, anda harus menguasai makhrojul huruf dan memahami tajwid dengan baik. walaupun pada dasarnya menghafal al-qur'an tidak pernah lepas dari kendala dan beberapa problem yang menyulitkan, namun jika tidak mempunyai modal tersebut, maka ia akan mengalami banyak kesulitan.

Selain itu, orang yang tidak menguasai makhrojul huruf dan memahami ilmu tajwid, kesulitan dalam menghafal akan bener-benar terasa, dan masa menghafal juga akan semakin lama tanpa menguasai keduanya, bacaan al-qur'annya pun akan kaku, tidak lancar, dan banyak yang salah.

Padahal, orang yang hendak menghafal al-qur'an, bacaannya terlebih dahulu  lancar dan benar, sehingga memudahkan dalam menjalani proses menghafal al-qur'an. 

B. Tidak sabar.
Sabar merupakan kunci kesuksesan untuk meraih cita-cita, termasuk cita-cita dan keinginan untuk menghafal al-qur'an. Kesulitan akan anda hadapi jika tidak mempunyai sifat sabar dalam menghafal al-qur'an. Oleh karena itu anda tidak boleh mengeluh dan patah semangat ketika mengalami kesulitan dalam proses menghafal. Bila anda sabar dan tulus menjalani nya, semua ayat ayat yang dihafalkan akan terasa sangat mudah dan tidak mengalami kesulitan yang berarti. 

Ekstra sabar sangat di butuh kan karena proses menghafal al-qur'an memerlukan waktu yang relatif lama, konsentrasi, dan fokus dalam hafalan. Anda harus sabar dalam menghafalkan ayat demi ayat, halaman demi halaman, lembar demi lembar, surat demi surat, juz demi juz yang anda lewati.

Sa'at menghafalkan al qur'an, anda akan mengalami masalah yang monoton, ganguan, dan cobaan dari berbagai arah. Terkadang, ujian ini membuat sang penghafal bisa berpaling dari hafalan nya. Demikian juga kesulitan dalam variasi ayat ayat al-qur'an yang panjang dan pendek pendek, kalimat yang sulit di baca (ayat mutasyabihat), dan lain sebagainya. 

Semua kesulitan tersebut akan dapat di lalui jika anda mempunyai kesabaran yang tinggi. Namun, bila dalam proses menghafal ini anda tidak sabar, maka proses menghafal al-qur'an yang sedang berjalan akan gagal dan macet di tengah jalan. 

C. Tidak sungguh sungguh 
Anda akan mengalami kesulitan dalam menjalani proses menghafal al-qur'an jika anda tidak kerja keras dan sungguh sungguh. Sebenarnya, terkadang kesulitan tersebut di sebabkan karena sifat malas anda serta ketidak tekunan anda dalam menghafal.

Apabila  ingin menjadi  seorang  hafidz, anda harus  bekerja  dan sungguh sungguh dalam menghafal al quran, layaknya orang  yang siap mencapai sebuah kesuksesan, aktivitas menghafal al-qur'an  adalah lebih  menilai ibadah di sisi allah dari  pada tujuan-tujuan yang lain. Dengan menghafal al-qur'an, berarti anda telah melestarikan terjaganya keaslian al-quran dari penyimpangan dan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebab, sesungguhnya, orang yang bekerja keras dan sungguh-sungguh menghafal adalah manusia pilihan allah swt. 

Jika anda tidak bekerja keras dan sungguh sungguh dalam menghafal alquran, berarti niat tanda hanya setengah hati. Oleh karena itu, anda harus berusaha untuk menghadirkan mood atau melawan kemalasan, baik pada waktu  pagi, siang, dan malam hal ini sesuai dengan sabda rasulullah saw  sebagai berikut :
"Dan, karuniakanlah kami agar dapat membacanya pada awal malam dan pada ujung siang. "

D. Tidak menghindari dan menjauhi maksiat.
Tidak menghindari dan menjauhi perbuatan dosa akan membuat anda kesulitan dalam menghafal al-qur'an. Hal tersebut sama dengan ketika anda tidak menghindari perbuatan yang dilarang, sehingga yang mengakibatkan  hafalan al-qur'an mudah  lupa atau hilang. Melakukan maksiat melalui mata menjadikan mata anda kotor dan ternoda, melihat wanita yang bukan mahromnya yang memakai pakaian terbuka juga merupakan sebuah musibah. Hal ini akan membuat anda kesulitan untuk menghafal al-qur'an. Oleh karena itu, hindarilah perbuatan maksiat supaya mata anda bersih dan tidak mengalami kesulitan dalam menghafal. 

Begitu juga jika melakukan maksiat melalui telinga, dengan dibiarkan mendengarkan sesuatu yang bermaksiat, yang mengakibatkan anda kesulitan menghafal al-qur'an. Hal ini akan mengakibatkan pikiran anda tidak konsentrasi karena mendengarkan sesuatu yang berbau maksiat atau yang mengganggu dalam proses menghafal. 

Sama halnya apabila anda melakukan maksiat hati. Hal ini akan sangat menghambat dan menyulitkan anda dalam menghafal ayat-ayat al-qur'an. Diantara penyakit hati yang dapat mengganggu  proses menghafal al-qur'an ialah dengki, hasud, berprasangka buruk terhadap orang lain, serta merasa takjub dan heran terhadap kehebatan dirinya. Inilah penyakit yang membuat hati kita menjadi kotor dan keruh. Oleh karena itu, bagi para penghafal al-qur'an sebaiknya membuang jauh-jauh penyakit-penyakit tersebut agar bisa menghafalkan lebih mudah. 

Hal tersebut sesuai dengan yang telah di jelaskan oleh Imam ibnu munadi dalam suatu kesempatan. Ia berkata: "sesungguhnya, menghafal memiliki beberapa sebab (yang membantu). Di antaranya, menjauhkan diri dari hal-hal yang tercela. Hal itu dapat terwujud apabila seseorang mencegah dirinya dari keburukan, menghadap kepada allah swt. Dengan Ridha, memasang telinganya, dan pikirannya bersih dari ar-rain (sesuatu yang menutupi hati dari keburukan maksiat). "

Hal tersebut juga telah di tegaskan oleh allah swt., sebagaimana firman-nya  berikut:
كل بل ران على قلوبهم ما كانوا يكسبون
"Sekali kali tidak(demikian). Sebenarnya, apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi bati mereka. "(Qs. Al-muthaffin 83:14).

Sesungguhnya, orang yang menjauhkan dirinya dari perbuatan yang bersinggungan dengan kemaksiatan, niscaya allah swt. Akan membuka kan pintu hati nya untuk selalau mengingat-nya, mencurahkan hidyah kepadanya memahi ayat-ayatnya, serta memudahkan menghafal dan mempelajari al-qur'an. Hal ini juga telah di tegaskan dalam Firman allah. Berikut:

والذين جهدوا فينا لنهد ينهم سبلنا وان الله لمع المحسنين
"Dan orang-orang yang berjihad untuk(mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan, sesungguhnya, allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-ankabut[29]:69).

Berkaitan dengan makna ayat tersebut, Imam ibnu katsir yang telah membawakan perkataan ibnu Abi hatim berkata, "orang yang melaksanakan semua hal yang ia ketahui, niscaya Allah swt Akan memberinya petunjuk terhadap sesuatu yang tidak ia ketahui."

E. TIDAK BANYAK BERDOA.
Berdoa merupakan senjata umat islam. Sebagai umat islam, kita harus yakin bahwa tidak ada yang sia-sia  dari usaha berdoa, sekaligus yakin bahwa allah akan selalu mengabulkan, baik secara langsung, di tunda waktunya, atau diganti dengan yang lebih baik dari permintaan semula.

Bagi para penghafal Al-quran  apabila tidak berdoa kepada allah, maka ketika sedang menghadapi kesulitan dalam menghafal, allah tidak akan membantu nya sebab, iya tidak meminta kepadanya. Memperbanyak doa dan menyampaikan semua keluh kesah dan permintaan supaya di jauhkan dari kesulitan dalam menghafal al-qur'an merupakan salah satu sarana yang sangat tepat supaya mudah dalam menghafalkan al-qur'an.

Dengan berdoa, anda akan merasa slalu dekat dengan allah swt. Sesungguhnya, seseorang yang sedang dalam kesulitan hanya kepadanya lah tempat meminta. Dan, hanya dialah yang akan mengabulkan permintaan anda. Akan tetapi, jika anda jarang berdoa, bahkan tidak melakukannya sama sekali, maka ketika dalam kesulitan, allah tidak akan membantu anda. Sebab, anda tidak berdoa dan Meminta kepadanya agar di mudahkan dalam menghafal al-qur'an.

Adapun waktu yang tepat dalam berdoa, antara pada waktu sahur, usai shalat, dan sepuluh akhir bulan ramadan. Dan, lebih utama ketika anda sendiri dalam keheningan malam, saat dalam perjalan, selesai azan, ketika bebuka puasa. Dan lain-lain. Selain itu, ada berberapa  tempat yang mempercepat terkabulnya doa, misalnya di makkah dan madinah, dekat hajar aswad, ka'bah, raudhah ,masjid, dan lain-lain.

F. Tidak beriman dan bertakwa 
Untuk menghafal al-qur'an, anda harus beriman dan bertakwa kepada Allah melalui media shalat, melakukan semua perintahnya, dan menjauhi semua larangannya. Jika seorang penghafal al-qur'an tidak beriman dan bertaqwa kepada allah swt, maka kesulitan-kesulitan dalam menghafal kalamullah ini akan selalu mengadanya. Hatinya akan gelap dan keruh, serta hanya memikirkan duniawi tanpa memikirkan hubungan interaksi dengan allah swt.

Jika tidak beriman dan bertaqwa dengan sungguh-sungguh kepada allah swt. Tidak akan ada jaminan bahwa anda bisa menjalani proses menghafal al-qur'an dengan lancar, bahkan menyelesaikan. Anda akan hanya mengalami kesulitan-kesulitan dalam menghafal ayat-ayat Allah. Sebab, hati dan pikiran anda jauh dari allah, serta jauh dari hati dan pikiran yang jernih. Bila hati dan pikiran yang jernih dan dekat dengan allah, anda akan lebih mudah dalam menghafal ayat-ayat allah swt. Orang yang jauh dari allah, hati dan pikirannya akan terasa kosong, karena tidak ada kegiatan yang berhubungan dengan rohaninya.

G. Berganti ganti mushaf al-quran 
Berganti ganti dalam menggunakan al-qur'an juga akan menyulitkan anda dalam proses menghafal dan mentaqrir al-qur'an, serta dapat melemahkan hafalan. Sebab setiap al-qur'an atau mushaf mempunyai  posisi ayat dan bentuk tulisan yang berbeda-beda. Tulisan ayat-ayat al-qur'an ada yang simple (praktis) dan ada yang tidak. hal ini bisa menyebabkan kesulitan untuk membayangkan posisi ayat. Akibatnya, dapat timbul keragu-raguan pada saat anda melanjutkan ayat yang berada di awal halaman selanjutnya setelah anda selesai membaca ayat yang berada di akhir halaman.

Oleh karena itu, anda disarankan untuk menggunakan hanya satu al-quran, sehingga tidak menyulitkan anda saat menghafal, terutama dalam mengulang ulang al-ur'an. Apabila anda menggunakan satu al-qur'an, anda akan paham letak ayat, halaman sebelum dan sesudahnya, serta bekas coretan coretan dari pensil atau stabilo untuk mengingat dan memindai ayat yang sebelumnya yang sulit dihafalkan.

Pada dasarnya, kendala atau problem dalam menghafalkan al-qur'an terbagi menjadi dua bagian, sebagai berikut:

1.muncul dari dalam diri penghafal 
Terkadang, problem dalam menghafalkan al-qur'an, juga timbul dari diri sang penghafal itu sendiri. 
Problem problem tersebut diantara lain ialah :
A. Tidak dapat merasakan kenikmatan al-qur'an ketika membaca dan menghafal, 
B. Terlalu malas, 
C. Mudah putus asa, 
D. Semangat dan keinginan nya melemah, dan 
E. Menghafal al-qur'an karena paksaan dari orang lain.

2.timbul dari luar diri penghafal
Selain mucul dari dalam diri penghafal, problem dalam penghafal al-qur'an juga banyak disebabkan dari luar diri nya, seperti :
A. Tidak mampu mengatur waktu dengan efektif, 
B.  Ada nya kemiripan ayat ayat yang satu dengan yang lain nya, sehingga sering menjebak, membingungkan ,dan membuat ragu, 
C.  Tidak sering mengulang ulang ayat yang sedang atau sudah di hafal, dan 
D.  Tidak adanya pembimbing atau guru ketika menghafal al-qur'an. 




By: Sholahudin (Kelas 3 MA) 
Anak Jurnalis Ma'had Al-Islam (AJMA TEAM) 

0 komentar:

Posting Komentar